Blogger Widgets

Senin, 11 November 2013

LARI JARAK PENDEK (SPRINT)


Lari jarak pendek (sprint) adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh/maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. Kelangsungan gerak pada sprint secara teknik sama, kalau ada perbedaan hanyalah terletak pada penghematan penggunaan tenaga karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh, makin membutuhkan daya tahan yang besar. Nomor-nomor pada lari jarak pendek yaitu : 100 m, 200 m, dan 400 m. Dengan lebar lintasan 1,22 m, dan tinggi tiang finish 1,50 m.
Sebelum melakukan sprint, pelari (sprinter) harus melakukan tahap persiapan terlebih dahulu. Pada tahap ini yang ditekankan adalah sikap relaksasi, yaitu dengan menarik napas agar pelari dapat lebih relaks. Adapun gerakannya yaitu, mengangkat kedua tangan sambil menarik napas, dilanjutkan dengan menurunkan tangan dengan memulai sikap start serta menghembuskan napas seiring dengan gerakan tangan ke bawah.
Teknik yang harus dikuasai oleh pelari cepat (sprint) adalah start atau tolakan, lari sprint, dan finish. Start lari jarak pendek yaitu start jongkok. Start ini terbagi menjadi tiga jenis yaitu : start pendek, start menengah, dan start panjang. Penamaan start tersebut tergantung pada penempatan lutut kaki belakang. Seorang pelari bebas menentukan jenis start yang akan digunakan dalam lari jarak pendek.
A.   Teknik Start
1.        Start pendek (Bunch Start)
Cara melakukannya :
a)           Langkahkan kaki kanan ke depan dan tempatkan kaki kiri di belakang. Jari-jari kaki kiri belakang kira-kira segaris dengan tumit kaki kanan yang berada di depan.
b)          Jatuhkan badan ke depan dan letakkan tangan di belakang garis start. Jari-jari tangan meregang membentuk huruf V (antara ibu jari dan keempat jari lainnya). Sejajarkan jari tangan dengan garis start.
c)           Sikap kedua lengan lurus, berat badan bertumpu pada kedua lengan, dan pandangan lurus ke depan.
d)          Kemudian angkat panggul ke atas hingga posisi pantat lebih tinggi dari pundak. Kedua lengan tetap lurus, tetapi dengan leher yang tetap lemas.
e)           Kemudian tolakan lari pada balok start dengan sekuat-kuatnya, lalu larilah secepat-cepatnya.
2.        Start menengah (Medium Start)
  Secara umum start menengah sama dengan start pendek. Perbedaan keduanya terletak pada penempatan posisi kaki depan dengan kaki belakang sebagai berikut :
a)           Saat badan diturunkan posisi lutut segaris dengan ujung jari-jari kaki depan.
b)          Gerakan selanjutnya sama dengan yang dilakukan pada start pendek.
3.        Start panjang (Long Start)
       Secara umum urutan gerakan, sikap tangan, dan badan sama dengan start pendek dan start menengah. Perbedaannya terletak pada penempatan posisi kaki depan dan kaki belakang sebagai berikut :
a)         Saat menurunkan badan, letakkan lutut kaki belakang (kiri) segaris dengan tumit Kaki depan (kanan) atau lebih mundur lagi.
b)        Gerakan selanjutnya sama dengan yang dilakukan dalam start pendek dan menengah.
B.   Teknik Lari
       Dalam lari sprint ada tiga teknik dasar yang harus dikuasai yaitu : gerakan kaki, ayunan lengan, dan posisi badan saat berlari.
a)         Gerakan kaki
Gerakan kaki dalam lari jarak pendek yaitu melangkah dengan selebar dan secepat mungkin. Posisi kaki belakang saat menolak dari tanah seakan tertendang lurus ke depan dengan cepat. Saat bersamaan lutut ditekuk secara wajar agar paha mudah terayun ke depan. Ketika mendaratkan kaki, yang digunakan adalah ujung telapak kaki dengan lutut agak ditekuk.
b)        Ayunan lengan
Lengan diayun ke depan atas sebatang hidung. Posisi siku ditekuk lebih kurang membentuk sudut 90o.
c)         Sikap badan
Saat berlari sikap badan harus rileks condong ke depan dengan kepala segaris punggung. Pandangan mata lurus ke depan.
C.   Teknik Memasuki Garis Finish
       Untuk melewati garis finish, biasanya persaingan para pelari cukup ketat. Oleh karena itu, pelari perlu menguasai teknik memasuki garis finish dengan tepat. Terdapat beberapa teknik untuk melewati garis finish, yaitu :
       a)    Pelari terus berlari secepatnya tanpa mengurangi kecepatan dan mengubah sikap.
       b)    Pelari memasuki garis finish dengan membusungkan dada ke depan dan kedua tangan ke belakang.
       c)    Pelari menjatuhkan salah satu bahu ke depan atau memiringkan sisi tubuh bagian atas ke depan (dada dan bahu). Yang perlu diperhatikan yaitu saat memiringkan badan ke depan jangan berlebihan karena gerakan tersebut dapat mengganggu keseimbangan badan.
Start yang digunakan pada nomor lari jarak pendek adalah start jongkok. Ada tiga aba-aba yang dilakukan pada lari jarak pendek menggunakan start jongkok, antara lain :
1.         Aba-aba “bersedia”
a)        Lutut kaki belakang diletakkan/ditempatkan berjarak satu kepal sejajar dengan ujung kaki depan.
b)        Kedua lengan lurus sejajar dengan bahu danletakkan di belakang garis start, dengan pinggiran jari telunjuk dan ibu jari menapak di tanah.
c)        Pandangan lurus ke depan kira-kira 2,5 m. Usahakan badan tetap rileks berat badan berada di kedua belah tangan.
2.         Aba-aba “siap”
a)        Angkat panggul ke arah depan atas dengan tenang, sampai sedikit lebih tinggi dari bahu.
b)        Berat badan lebih ke depan, kepala rendah leher tetap kendor, pandangan ke bawah, lengan tetap lurus dan siku tetap lurus.
c)        Pada waktu mengangkat panggul, ambil napas dalam-dalam.
d)       Pusatkan perhatian pada aba-aba “ya”.
3.         Aba-aba “ya”
a)        Ayun lengan kiri ke depan dan lengan kanan ke belakang kuat-kuat.
b)        Kaki kiri menolak kuat-kuat sampai terkejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepatnya mencapai tanah.
c)        Dari sikap jongkok berubah ke sikap lari, badan harus naik sedikit demi sedikit. Jangan ada gerakan ke samping.
d)       Langkah lari makin lama makin melebar dengan kecepatan penuh.
Setelah terdengan aba-aba “ya”, pelari segera menolak dengan kuat sebagai awalan. Pelari mencondongkan tubuh ke depan selama 5 sampai 6 meter pertama. Setelah jarak tersebut terlampaui, sprinter mengambil posisi sprint yang lebih tegak untuk sisa lomba. Pada jarak 40 meter, tubuh sprinter telah tegak sepenuhnya. Sikap pelari saat berlari psrint sebagai berikut :
1.    Berpijak pada ujung kaki.
2.    Kaki yang tidak digunakan untuk berpijak ditekuk minimal 90o.
3.    Angkatlah lutut tinggi-tinggi dan paha lebih kurang sejajar dengan tanah.
4.    Kepala dan badan tegak dan pandangan mata tertuju ke depan.
5.    Siku membentuk sudut 90o.
6.    Ayunkan tangan ke depan dan belakang berlawanan dengan ayunan langkah kaki.
 
            Selain teknik-teknik yang telah disebutkan di atas, ada latihan teknik dasar lari jarak 50 m yang perlu dilakukan oleh para pelari sebelum berlari. Latihan tersebut antara lain :
1)        Latihan Lari di Tempat dengan Berganti Kecepatan
       Latihan lari di tempat dapat dilakukan dengan berganti-ganti kecepatan. Mula-mula latihan dimulai dengan pelan dan makin cepat. Variasi mengangkat lutut (hingga rata air) bisa pula dilakukan. Praktik pelaksanaannya dari pelan, terus ditambah kecepatannya.
2)        Latihan Berjalan dengan Lutut Diangkat Tinggi
       Caranya berjalan perlahan dan mengangkat paha kanan ke posisi horizontal. Kaki kiri diluruskan sepenuhnya hingga ke ujung kaki saat paha kaki kanan horizontal. Lengan ditekukkan pada siku dengan sudut 90o. Selanjutnya, berganti dengan paha kaki kiri yang diangkat. Lakukan secara bergantian sepanjang 10 meter mulai dari langkah perlahan sampai langkah dipercepat.
3)        Latihan Berjalan dengan Meluruskan Lutut
       Cara latihan ini hampir sama dengan latihan 1, hanya saja ketika paha yang diangkat pada posisi horizontal, kaki sepenuhnya diluruskan. Dimulai dengan berjalan mengangkat paha kanan hingga horizontal, kaki kiri tegak lurus dengan telapak kaki menapak tanah. Selanjutnya, kaki kanan diluruskan sepenuhnya sejajar paha dengan kaki kiri tetap dalam posisi tegak lurus. Kemudian, gantian kaki kiri yang diangkat dan diluruskan. Begitu seterusnya dengan urutan gerakan lutut diluruskan setiap kali paha diangkat. Lakukan latihan mulai dari perlahan sampai dipercepat dengan jarak 10 meter.
4)        Latihan Menendang ke Belakang
       Caranya diawali dengan secara perlahan bergerak ke depan dengan menendangkan tumit ke belakang sampai mengenai bokong. Latihan ini membantu mengembangkan pola gerakan kaki ke belakang tubuh. Lakukan latihan ini berulang kali mulai dari perlahan sampai dipercepat dengan jarak 10 meter.
5)        Latihan Menggerakkan Lengan
       Caranya diawali dengan berkonsentrasi untuk mempertahankan sudut lengan pada siku tetap 90o bersamaan dengan ayunan lengan ke depan. Latihan dimulai dengan berdiri, berjalan, berlari-lari kecil, dan sprint. Lakukan latihan ini berulang kali untuk mendapatkan gerak ayunan lengan yang sempurna.
6)        Latihan Berlari dengan Lutut Tinggi Diikuti Sprint
       Caranya dimulai dengan bergerak perlahan-lahan ke depan sejauh 5 meter dengan menekankan pada pengangkatan lutut yang tinggi. Pada gerakan ini, lutut tidak perlu diluruskan. Selanjutnya berlari sekencang-kencangnya ke depan sejauh 10 meter. Lakukan latihan ini berulang kali untuk mendapatkan kecepatan sprint yang baik.
7)        Latihan Pengulangan Sprint dari Start Melayang
       Caranya dimulai dengan melakukan lari akselerasi (lari dengan kecepatan tetap) sepanjang 20-30 meter dari start berdiri, lalu melakukan sprint sepanjang 20-30 meter. Untuk itu, diperlukan lintasan sepanjang 40-60 meter dengan diberi tanda sebagai batas lari akselerasi dan lari sprint. Latihan ini dilakukan secara berulang-ulang dengan selang istirahat 2-3 menit. Jumlah ulangan tergantung dari kebugaran tubuh yang dimiliki.
            Dalam suatu perlombaan lari jarak pendek, ada peraturan perlombaan yang telah ditetapkan oleh induk organisasi atletik internasional IAAF (International Amateur Atletik Federation) atau tingkat nasional PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia). Peraturan dalam perlombaan lari jarak pendek yaitu :
1.    Peraturan Perlombaan
       Peraturan perlombaan dalam lari jarak pendek adalah :
       a.  Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukkan dengan sebuah garis selebar 5 cm siku-siku dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish terdekat dengan garis start.
       b.  Aba-aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah “bersedia”, “siap”, dan “ya” atau bunyi pistol.
       c.  Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba-aba “ya” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara.
       d.  peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (maksimal 3 kali kesalahan).
       e.  Lomba lari jarak pendek pada perlombaan besar dilakukan 4 tahap, yaitu babak pertama, babak kedua, babak semifinal, dan babak final.
       f.   Babak pertama akan diadakan apabila jumlah peserta banyak, pemenang I dan II berhak maju ke babak berikuttnya.
2.    Diskualifikasi atau Hal-hal yang Dianggap Tidak Sah
       Hal-hal yang dianggap tidak sah dalam lari jarak pendek yaitu :
       a.  Melakukan kesalahan start lebih dari 3 kali.
       b.  Memasuki lintasan pelari lain.
       c.  Mengganggu pelari lain.
       d.  Keluar dari lintasan.
       e.  Terbukti memakai obat perangsang.
3.    Petugas atau Juri dalam Lomba Lari
Petugas atau juri dalam lomba lari jarak pendek terdiri atas :
a.  Starter, yaitu petugas yang memberangkatkan pelari.
b.  Recall Starter, yaitu petugas yang mengecek atau mengabsen para pelari.
c.  Timer, yaitu petugas pencatat waktu.
d.  Pengawas Lintasan, yaitu petugas yang berdiri pada tempat tertentu dan bertugas mengawasi pelari apabila melakukan kesalahan dan pelanggaran.
e.  Juri Kedatangan, yaitu petugas pencatat kedatangan pelari yang pertama sampai dengan terakhir dan menentukan ranking/urutan kejuaraan.
f.   Juri Pencatat Hasil, yaitu petugas pencatat hasil setelah pelari memasuki garis finish.
              Dalam lari jarak pendek, yang menjadi kebutuhan utama adalah kecepatan. Kecepatan dalam lari jarak pendek adalah hasil kontraksi yang kuat dan cepat dari otot-otot yang dirubah menjadi gerakan halus dan efisien dan sangat dibutuhkan bagi pelari untuk mendapatkan kecepatan yang tinggi.
              Untuk memaksimalkan kecepatan horizontal, yang dihasilkan dari dorongan badan ke depan. Kecepatan lari ditentukan oleh panjang langkah dan frekuensi lngkah (jumlah langkah persatuan waktu). Oleh karena itu, seorang pelari jarak pendek harus dapat meningkatkan satu atau kedua-duanya.

OTOT SISTEM GERAK MANUSIA

Otot Sistem Gerak Manusia
Materi kali ini yang akan dibahas adalah otot sebagai sistem gerak manusia. Dalam artikel ini akan dipaparkan secara rinci mulai dari pengertian otot, macam-macam otot, fungsi otot, karakteristik otot, jenis gerak otot, macam-macam gerakan otot dan kelelahan otot.
Otot merupakan alat gerak aktif. Otot dapat bergerak karena adanya sel otot. Otot bekerja dengan cara berkontraksi dan relaksasi.
 
1. Macam-macam Otot
  • Otot polos, bentuk seperti perahu, terletak pada organ dalam, nucleus satu di tengah, gerakannya lambat, tidak cepat, mudah lelah, tidak sadar tanpa perintah otak. 
  • Otot lurik, bentuk silindris dengan garis gelap terang, melekat pada rangka, nukleus banyak di tepi, bekerja secara sadar atas perintah otak, cepat mudah lelah.
  • Otot jantung, bentuk silindris, mempunyai percabangan yang disebut sinsitium, terletak pada jantung, nukleus satu di tengah, bekerja tidak sadar tanpa perintah otak, tidak cepat mudah lelah.
2. Fungsi Otot
  • Melaksanakan kerja, misalnya: berjalan, memegang, mengangkat (otot lurik).
  • Mengalirkan darah, mengedarkan sari makanan dan oksigen (otot polos).
  • Menggerakkan jantung (otot jantung).
3. Karakteristik Otot
  • Kontraksibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memendek (berkontraksi). 
  • Ekstensibilitas, yaitu kemampuan otot untuk memanjang (berelaksasi).
  • Elastisitas, yaitu kemampuan otot untuk dapat kembali pada ukuran semula setelah memendek atau memanjang.
4. Jenis Gerak Otot
a. Antagonis (berlawanan)
Contoh: biseps dan triseps pada otot lengan atas. 
Arah gerak otot antagonis
1) Ekstensor – fleksor : meluruskan – membengkokkan
2) Abduktor – adduktor : menjauhkan – mendekatkan
3) Depressor – elevator : ke bawah – ke atas
4) Supinator – pronator : menengadah – menelungkup
b. Sinergis (bersamaan)
Contoh: otot pronator teres dan pronator kuadratus pada lengan bawah.
 
5. Macam-Macam Gerakan Otot
  • Fleksi: gerakan membengkokkan, misalnya membengkokkan pada siku, lutut, jari. 
  • Ekstensi: gerak meluruskan, misalnya meluruskan siku, lutut, dan ruas jari.
  • Abduksi: gerak menjauhkan misalnya gerak tungkai menjauhkan dari sumbu tubuh.
  • Adduksi: gerak mendekatkan dengan sumbu tubuh, misalnya gerak mendekatkan tungkai dengan sumbu tubuh.
  • Pronasi: gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menelungkup.
  • Supinasi: gerak memutar lengan sehingga tangan menengadah.
  • Depresi: gerak menekan ke bawah atau menurunkan.
  • Elevasi: gerak mengangkat ke atas.
6. Kelelahan Otot
Kelelahan otot dapat diakibatkan karena:
  • Habisnya bahan atau zat sebagai sumber energi untuk kontraksi otot seperti glikogen dan sejenisnya. 
  • Akumulasi hasil metabolisme karena kontraksi otot, seperti asam laktat.
Otot Sistem Gerak 
Manusia

Minggu, 10 November 2013

PERANGKAT KERAS JARINGAN LOKAL

1. Network Interface Card (NIC)
NIC merupakan perangkat penghubung yang dipasang pada tiap komputer. Pada PC, NIC disebut LAN card onboard. Notebook memiliki slot untuk kartu jaringan yang biasa disebut dengan PCMCIA slot. Sedangkan pada komputer MAC, pemasangan NIC menggunakan kotak khusus yang ditancapkan ke port serial atau SCSI port komputer. Kartu jaringan yang digunakan adalah kartu ethernet, konektor localtalk, dan token ring.
                                                   a. Ethernet card
Ethernet card
Kartu ini dapat digunakan pada komputer yang belum memiliki LAN. Pada umumnya, PC menggunakan kartu ethernet. Kartu ini memiliki port untuk koneksi kabel koaksial ataupun twisted pair. Konektor yang digunakan adalah BNC (kabel koaksial) dan RJ-45 (twisted pair).




 
Localtalk connector
b. Localtalk connector
Kartu jaringan ini digunakan untuk komputer Macintosh. Kartu ini menggunakan sebuah kotak adapter khusus dan kabel yang terpasang ke port printer dan hanya beroperasi pada kecepatan 0,23 Mbps.



                                          

                                     c. Token ring card
                                    Kartu jaringan ini menggunakan port dengan tipe konektor 9 pin.

Token ring
Terdapat beberapa tipe kartu ethernet, antara lain :
- 10Base5, tipe kartu ethernet yang menggunakan kabel koaksial dengan diameter 0,5 inci, berwarna kuning, menggunakan topologi berbentuk bus, jangkauan jarak maksimum 500 meter, dan kecepatan transmisi data 10 Mbps.
- 10Base2, tipe kartu ethernet yang menggunakan kabel koaksial dengan diameter 5 mm, topologi berbentuk bus, jangkauan jarak maksimum 185 m, dan kecepatan transmisi dara 10 Mbps.
- 10BaseT, tipe kartu ethernet menggunakan kabel twisted pair, topologi star, jangkauan jarak maksimum 100 m, dan kecepatan transmisi data 100 Mbps.
- 10BaseF, tipe kartu ethernet menggunakan kabel serat optik, topologi star, jangkauan jarak maksimum 2000 m, dan kecepatan transmisi data 100 Mbps.
- 10BaseT series, tipe kartu ethernet menggunakan kabel twisted pair dan kecepatan transmisi data 20 - 200 Mbps.


2. Hub/Konsentrator

Hub
Hub terdiri dari beberapa port atau slot konektor yang telah mempunyai nomor urut yang berfungsi untuk menyatukan kabel-kabel network dari setiap komputer workstation atau client, server, dan perangkat lainnya.
Terbagi menjadi dua jenis yaitu, hub pasif dan hub aktif (switch hub). Hub yang ada yaitu hub port 8, 12, 24, dan 32 dengan konektor RJ-45. Hub menggunakan topologi star.



3. Kabel
Kabel berfungsi untuk meghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya. Ada dua jenis kabel untuk jaringan, yaitu twisted pair yang terdiri dari UTP (Unshielded Twisted Pair) dan STP (Shielded Twisted Pair) serta kabel koaksial yang terdiri dari thick coaxial dan thin coaxial.
Kabel STP

Kabel UTP







Thick Coaxial
Thin Coaxial












 

4. Konektor
Konektor yang digunakan yaitu RJ-45 (8 pin) dengan kabel twisted pair dan BNC dengan kabel koaksial.

BNC
RJ-45




Router
5. Router
Router berfungsi untuk menghubungkan jaringan LAN dengan Internet dalam merutekan transmisi antara keduanya. Kelebihannya yaitu kemampuan mencari jalur yang terbaik dalam mentransmisikan pesan atau data dari alamat asal ke alamat tujuan. Router dapat mengatur sinyal secara efisien, mengatur pesan di antara dua protokol, serta mengatur pesan yang melewati kabel serat optik, kabel koaksial, dan kabel twisted pair.


6. Repeater
Seperti umumnya suatu sinyal listrik yang dikirim lewat suatu media perantara, semakin jauh dari pemancar akan semakin melemah sehingga pada suatu tempat tertentu sinyal tersebut tidak dapat lagi diterima dengan baik.
Repeater adalah suatu peralatan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat sinyal yang dikirim agar dapat diteruskan ke komputer lain pada jarak jauh. repeater bekerja pada lapisan fisikal.